Ternyata Jahe dan Kunyit Bisa Mengatasi Sakit Maag

Sakit Maag adalah luka yang berkembang di lambung atau lapisan duodenum, yang merupakan bagian pertama dari usus kecil.

Administrator

Sakit Maag adalah luka yang berkembang di lambung atau lapisan duodenum, yang merupakan bagian pertama dari usus kecil. Maag juga dikenal sebagai ulkus lambung atau borok duodenum.

Jika seseorang menderita maag, mereka mungkin merasakan sensasi terbakar di perutnya.

Sensasi terbakar ini berlangsung beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Kemudian rasa sakitnya mereda setelah minum antasida atau menghentikan asupan makanan.

Gejala-gejala yang biasa dimulai di tengah malam atau saat makan, dan terjadi terus menerus selama beberapa minggu.

Namun, sebelum berangkat ke dokter untuk mencari perawatan, sebenarnya ada pilihan alternatif perawatan rumah yang dapat kita coba, untuk meredakan mulas.

  1. Probiotik
    Probiotik adalah organisme hidup yang membantu memulihkan keseimbangan bakteri di saluran pencernaan.

    Selain membantu mencapai kesehatan usus yang optimal, konten ini juga dapat membantu mengobati rasa sakit.

    Berdasarkan ulasan dari 2014, probiotik tidak dapat membunuh bakteri H. pylori.

    Namun, konten ini dapat mengurangi jumlah bakteri yang ada, mempercepat proses penyembuhan, dan memperbaiki beberapa gejala.

    Jadi, ketika dikonsumsi bersama dengan perawatan lain, probiotik dapat membantu memberantas bakteri berbahaya.

    Kita dapat menemukan probiotik dari sumber seperti yogurt, makanan fermentasi, dan tentu saja, suplemen probiotik.

    Beberapa makanan juga mengandung probiotik. Namun, pertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen, karena suplemen memiliki konsentrasi probiotik per porsi yang lebih tinggi.

  2. Jahe
    Banyak orang berpikir bahwa jahe memiliki efek gastroprotektif. Bahkan, jahe dapat digunakan untuk mengobati gangguan perut dan pencernaan, seperti konstipasi, kembung, dan ulkus.

    Tinjauan dari 2013 menunjukkan, jahe dapat membantu mengatasi ulkus lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

  3. Buah berwarna-warni
    Banyak buah berisi senyawa yang disebut flavonoid, yaitu polifenol. Flavonoid berkontribusi pada kekayaan warna beberapa bagian.

    Menurut ulasan 2011, polifenol dapat membantu mengatasi mulas. Konten ini juga dapat membantu berbagai masalah pencernaan lainnya, termasuk kejang dan diare.

    Flavonoid melindungi lapisan perut ulkus. Konten ini dapat meningkatkan lendir lambung, yang menghambat pertumbuhan H. pylori.

    Flavonoid juga memiliki sifat antioksidan, yang dapat ditemukan dalam buah-buahan seperti apel, blueberry, ceri, lemon, dan jeruk.

  4. Pisang raja
    Raja pisang adalah salah satu jenis pisang. Studi pada 2011 menunjukkan bahwa pisang Raja Raw memiliki efek positif pada ulkus lambung.

    Pisang Raja Raw mengandung flavonoid yang disebut leucocyanidin.

    Leucocyanidin meningkatkan jumlah lendir di perut. Buah ini juga dapat mengurangi keasaman, yang dapat membantu mencegah dan meringankan gejala ulkus.

  5. Madu
    Madu adalah pemanis alami yang populer yang digunakan di seluruh dunia. Orang yang mengonsumsi madu secara teratur dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan.

    Hasil penelitian pada tahun 2016 mengatakan bahwa madu maneka memiliki efek antimikroba pada H. pylori. Itu jelas menunjukkan bahwa madu dapat berguna untuk mengobati mulas. Kami juga menggunakan madu untuk mempercepat penyembuhan luka, termasuk ulkus kulit, luka bakar, dan luka.

  6. Kunyit
    Kunyit adalah rempah-rempah kuning populer yang sering digunakan di Indonesia. Seperti cabai, kunyit mengandung senyawa yang disebut Kurkumin.
    Para peneliti mulai mempelajari curcumin sehubungan dengan manfaat kesehatan mereka.

    Tinjauan pada 2013 menyimpulkan, Kurkumin memiliki anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah mulas. Namun, masih ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif kunyit dalam mengobati bisul.

    Meski begitu, hasil awal terlihat positif. Para ilmuwan berharap untuk kunyit dapat membantu meringankan gejala ulkus.
  7. Kamomil
    Beberapa orang menggunakan bunga chamomile dan teh chamomile untuk mengobati kecemasan cahaya, kejang usus, dan peradangan.
    Studi ulasan yang diterbitkan pada 2012 yang dilaporkan, ekstrak chamomile juga dapat memiliki sifat anti-ulkus.

    Beberapa peneliti berpikir bahan-bahan dalam mereka dapat menghambat mulas dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan.

  8. Bawang putih
    Bawang putih populer di banyak kuda dunia mana pun, berkat kemampuannya untuk menambah rasa pada makanan.

    Selain itu, bawang putih juga memiliki sifat antimikroba dan antibakteri, yang membantu melawan infeksi.

    Beberapa penelitian memang mendukung efektivitas bawang putih dalam mengobati borok.

    Misalnya, sebuah studi pada tahun 2016 pada hewan menunjukkan, bawang putih dapat membantu mencegah perkembangan penyakit ulkus, dan membantu mempercepat proses penyembuhan.

    Kemudian, menurut ulasan 2015, bawang putih juga dapat membantu mencegah pertumbuhan H. pylori.

    Satu studi skala kecil pada tahun 2015 menunjukkan, makan dua cengkeh bawang putih dengan makan, dua kali sehari, dapat memiliki efek anti-bakteri pada H. pylori.

    Namun, tidak semua penelitian setuju dengan bawang putih memengaruhi H. pylori atau mencegah bisul. Sejumlah ilmuwan merasa, lebih banyak penelitian masih diperlukan.

  9. Licorice
    Licorice adalah rempah-rempah yang berasal dari wilayah Mediterania dan Asia.

    Licorice adalah tanaman yang memiliki rasa manis. Karena rasanya, licorice sering digunakan sebagai rasa makanan dan minuman, bahkan rokok.

    Orang-orang telah menggunakan licorice dalam pengobatan tradisional selama ratusan tahun.

    Banyak orang percaya, makan akar licorice kering dapat membantu menyembuhkan dan mencegah penyakit ulkus.

    Namun, penelitian cenderung fokus pada penggunaan suplemen, bukan akar licorice kering.

    Jadi, orang yang tertarik menggunakan bumbu ini untuk maag mungkin ingin mencobanya sebagai suplemen.

    Sebuah penelitian pada tahun 2013 menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen licorice dapat membantu melawan infeksi H. pylori.

    Studi ini menunjukkan bahwa suplemen membantu mencegah pertumbuhan bakteri.

  10. Lidah buaya
    Aloe Vera adalah minyak nabati yang populer yang ditemukan dalam banyak topikal, kosmetik, dan lotion makanan.

    Selain itu, beberapa penelitian mengamati bagaimana lidah buaya mempengaruhi rasa sakit ulkus menghasilkan hasil yang baik.

    Misalnya, satu studi pada tahun 2011 pada tikus mengungkapkan, Aloe Vera memperlakukan ulkus dengan cara yang mirip dengan obat anti-etnnak yang populer.

    Tapi, para peneliti hanya mempelajari binatang, bukan manusia. Jadi, para ilmuwan masih perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk melihat efek lidah buaya pada manusia.

Spraya
Administrator

Aku adalah aku, kamu adalah kamu. kenyataanya demikian dan jangan difikirkan, sudahlah lupakan yang barusan.